SEJARAH AMS

ANGKATAN MUDA SILIWANGI

Angkatan Muda Siliwangi – lebih dikenal dengan sebutan AMS adalah Organisasi Kemasyarakatan . Dengan demikian AMS adalah Organisasi yang anggota-anggotanya baik muda maupun tua yang secara sukarela bergabung dan bersedia dengan tidak terpaksa untuk mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam organisasi.

AMS berdiri pada tanggal, 10 November 1966 yaitu sejak penandatanganan “ Piagam AMS” . Berdirinya AMS bertepatan dengan Hari Nasional yaitu Hari Pahlawan dan sekaligus pada saat umat Islam memperingati hari “ Isra Mi’raj” jadi pada saat lahirmya AMS selain Bangsa Indonesia tengah menghayati makna kesejarahan para Pahlawan maka umat Islam diseluruh Duniapun tengah menghayati dengan khidmat , hikmah dari “ Perjalanan Agung” Rasullulah Muhammad S.A.W ketika menerima tugas dan kewajiban yang suci (Shalat) dari Allah SWT “ Sang Al Khaliq” .
Dari hal diatas maka setiap Kader AMS harus yakin bahwa kelahiran AMS mengandung nilai-nilai luhur yaitu mengemban misi melestarikan semangat serta cita-cita Pahlawan Bangsa serta tekad untuk tetap memegang Keimanan akan ajaran-ajaran Illahi demi tercapainya kebahagiaan Dunia Akhirat baik secara perseorangan maupun Bangsa secara keseluruhan..

- Motif berdirinya AMS , adanya keinginan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap ancaman dan gerakan kaum komunis yang telah menghianati bangsa Indonesia melalui Gerakan 30 September 1965 dan sekarang tentunya menggulirkan Reformasi yang bersifat menyeluruh sebagai koreksi terhadap Orde Baru. Selain itu adanya keinginan untukmenciptakan tatakrama kehidupan berbangsa dan bernegara secara Demokratis yang telah disimpangkan oleh Orde Lama pada saat itu serta keinginan untuk membentuk kepemimpinan Nasional yang jujur berilmu , cerdas berwibawa dan hormat bertanggung jawab kepada Rakyat.

- Tekad Pendirian Organisasi , adanya keinginan untuk lebih merapatkan barisan dalam rangka pengokohan “ Angkatan 66 “ sebagai Pelopor dan Komponen Vital perjuangan Orde Baru saat itu dan setelah tahun 1998 merapatkan barisan untuk Reformasi.

- Pernyataan berdirinya Organisasi, untuk melaksanakan dan mewujudkan motif serta tekad diatas maka para penandatangan Piagam AMS menyatakan “ Keberanian Moralnya” untuk membentuk suatu Organisasi yang menghimpun dan menyalurkan potensi Generasi Muda dari berbagai lapisan , dari desa hingga kota dalam suatu wadah yang disebut “ Angkatan Muda Siliwangi”

Sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Angkatan Muda Siliwangi, maka tujuan AMS adalah “ Mewujudkan Cita-Cita Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 “ Untuk mencapai tujuan tersebut pada Anggaran Dasar AMS tercantum Tugas pokok sebagai berikut :

 
a. Membangun dan mengembangkan Organisasi sebagai Organisasi Kader dalam rangka menciptakan Kader Bangsa.
b. Membina potensi dan militansi AMS untuk selanjutnya diarahkan kepada usaha-usaha menciptakan wujud hidup masyarakat yang adil, sejahtera materil dan spiritual, demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
c. Menggalang solidaritas sesama kaum muda Indonesia khususnya dan memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa pada umumnya.

Sebagai Organisasi kemasyarakatan, AMS memiliki 2 ( Dua ) landasan Organisasi yang terdiri dari :

1. Landasan Historis ,
Landasan Historis AMS adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang berarti dalam praktek Organisasi AMS harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa serta keberanian moral bangsa seperti yang telah dirintis dan dibuktikan oleh kedua peristiwa tersebut diatas.

2. Landasan Normatif ,
Rakyat Indonesia yang beraneka ragam dalam berbagai hal, baik budaya ataupun norma ternyata bila dikaji lebih jauh maka akan ditemukan unsur nilai kebersamaan dan kesamaan derajat manusia. Begitupula halnya dengan AMS yang memiliki anggota yang beragam dari mulai Pemuda Gembala hingga Sarjana maka akan ditemukan pula rasa kebersamaan dan kesamaan. Oleh karenanya AMS mengembangkan dan menjunjung tinggi nilai “ Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh “ yang merupakan Landasan Normatif Organisasi.

Falsafah-falsafah yang mengandung nilai-nilai luhur dan berlaku di AMS adalah :
Catur Watak Utama AMS
Silih Asah – Silih Asih – Silih Asuh
Pakusarakan
Wangsit Siliwangi
Tri-Sula AMS ( Shalat-Silat-Siliwangi )

a. Catur Watak Utama AMS
Catur Watak sebenarnya adalah karakter atau sikap kepemimpinan yang dikembangkan oleh AMS dalam membentuk kader-kader organisasi sekaligus kader bangsa dan kader masyarakat. Catur Watak Utama AMS terdiri dari :
1. Kukuh kana jangji :
Nilai yang terkandung didalamnya adalah bahwa setiap kader AMS harus memiliki sikap dan jiwa sebagai berikut :
- Beriman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan moral yang ada dalam masyarakat
- Memegang teguh Undang-Undang Dasar1945
- Memegang teguh serta melaksanakan dan mengamankan keputuan-keputusan yang telah disepakati dan diambil secara musyawarah.

2. Leber Wawanen :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS harus memiliki keberanian dan kepribadian . Untuk hal itu maka setiap kader AMS harus mengembangkan sikap sebagai berikut :

- Berani berprakarsa atau mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat bagi rakyat banyak.
- Berjiwa pembaharu
- Berdisiplin dan berdaya tahan tinggi
- Bekerja keras
- Berani bertanggung jawab atas semua perbuatannya.

3. Silih Wawangi :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS mengembangkan sifat saling menghormati diantara sesama dan diwujudkan dalam sikap sebagai berikut :

- Cinta keluarga, cinta sesama anggota, cinta bangsa dan cinta pemimpin
- Cinta budaya bangsa
- Cinta persatuan dan kesatuan

4. Medangkeun Kamulyaan :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS harus senantiasa menebarkan dan membangkitkan kemuliaan , kebaikan dan berbagi kebahagiaan diantara sesama serta terwujud dalam :

- Berbudi pekerti luhur, ber-perikemanusiaan dan berjiwa pengabdian, demokratis, jujur, adil dan sederhana.
- Cerdas, berilmu dan kritis

b. Silih Asih-Silih Asah-Silih Asuh

Bahwa setiap kader AMS harus mengembangkan jiwa kebersamaan dan kesamaan yang merupakan pula prinsip dasar dari Demokrasi , dengan demikian setiap kader AMS harus mewujudkan Demokrasi kedalam bentuk perbuatan dan kegiatan.

c. Pakusarakan

Kata Pakusarakan berarti Pageuhan lemah cai atau “ Pertahankan Tanah Air” kata Pakusarakan pertama kali diucapkan oleh para perintis AMS dikampung Pakusorok Kabupaten Bandung pada tanggal, 21 November 1965. Makna Pakusarakan adalah bahwa setiap kader AMS memiliki kewajiban untuk mempertahankan dan mencintai Tanah Air , Bangsa dan Rakyat Indonesia dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

d. Wangsit Siliwangi

Wangsit Siliwangi, digubah oleh Drs. Wahyu Wibisana, sebagai hasil penafsiran beliau dari beberapa syair dan seni budaya daerah Sunda. Bagi AMS Wangsit Siliwangi sering dikumandangkan dalam pembukaan acara resmi Organisasi dengan maksud memberi semangat sekaligus mengingatkan kembali tujuan dan misi organisasi saat-saat berdirinya AMS. Beberapa pesan yang tersirat dan terkandung dalam Wangsit Siliwangi diantaranya adalah AMS harus menjadi pembela sekaligus pencinta Tanah Air, Bangsa, Negara, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. hal ini tersirat dalam Satu kalimat Wangsit sebagai berikut :

“………………saestuna pancen kami, jiwa kami, nyaeta : nyungkemkeun acining asih ka Lemah-Cai kuwening ati, ngabakti jiwa raga ka Nagara kubalungbang rasa jeung dimana engke simpay Nagara pegat, kandagalante-kandagalante harayang ngaraja dewek geura gunakeun leungeun aranjeun binareng jeujeuhan . Gupayan kukatresnan sugan nu ingkar daek eling daek mulang. Jeung upama panggupay aranjeun teu dicumponan , kami nyaho yen leungeun aranjeun bisa dikuah-kieuhkeun : bisa diusapkeun bisa dipeureupkeun ! ………………….”

“ …………….…sesungguhnya tekad diri dan jiwaku adalah mengabdi dengan keikhlasan rasa saripatining asih kepada Tanah Air, berbakti jiwa dan raga tanpa pamrih kepada Negara dan Bangsa. Dan apabila dikemudian hari ada orang yang bermaksud untuk memecah belah persatuan dan memisahkan diri dari Negara Kesatuan ini, gunakanlah tanganmu dengan bijak . Lambaikan tanganmu dengan rasa kasih agar yang ingkar jadi sadar dan kembali kejalan yang benar . Tetapi apabila lambaian tangan kalian tidak dihiraukan, Aku tahu pasti bahwa tangan kalian dapat digunakan untuk mengusap atau dikepalkan ! …………………………”

e. Trisula AMS

Yang dimaksud dengan Trisula AMS yaitu : “ Shalat – Silat – Siliwangi “ , dapat dianalogkan dengan “ Iman – Ilmu – Amal” Moto ini digunakan pada masa perintisan AMS yaitu pada saat masih bernama “ Jajaka Keansantang” Motto ini menggambarkan keberadaan manusia dalam tiga dimensinya.

Melalui Shalat, mereka mempertahankan kualitas iman dan taqwa. Melalui Silat, digambarkan nilai manusia yang berakal budi sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan keberadaan manusia tidak terlepa dari sesama manusia untuk “ silih wawangi” dengan demikian Shalat – Silat – Siliwangi menggambarkan sifat dan sikap nilai kesempurnaan yang meliputi segi-segi mendasar dan fitrah manusia menuju kebahagiaan lahir dan bathin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s